Saat ini sedang nge-trend nya “Wireless Internet Mobile” alias, “Internet Wireless Bergerak”.
Nah, koneksi internet yang digunakan saat ini yaitu dengan menggunakan teknologi HSPA (High Speed Packet Access) atau UMTS(Universal Mobile Telecommunication Systems). Orang bilang sih teknologi ini dinamakan 3.5 G. Perangkat yang digunakan yaitu USB Stik Modem GSM/CDMA yang bisa dibawa kemana-mana. Sehingga memungkinkan pengguna Laptop untuk mengakses internet dimana saja dan kapan saja.
Bila anda tertarik ingin menggunakan, berikut ini adalah tipsnya sebelum membeli :
1. Kualitas Modem.
Pilihlah modem yang murah harganya, namun bukan murahan. Sebuah modem yang berkualitas baik biasanya dapat menangkap signal GSM tanpa terputus-putus. Juga perhatikan software modemnya juga berkualitas. Yaitu, driver yang disertakan support terhadap OS Windows XP dan OS Windows Vista. Penginstalan tidak rumit dan cepat terdeteksi oleh komputer bila di cabut-pasang.
2. Garansi Modem.
Jangan lupa dengan hal yang satu ini. Beberapa toko penjual modem tidak memberikan garansi, jadi pilihlah toko yang memberikan garansi terhadap modem yang anda beli. Umumnya modem ada yang bergaransi 6 Bulan s.d 1 tahun.
3. Fasilitas Modem.
Pilihlah modem yang kaya fitur, misalnya support dengan kecepatan 3.6 Mbps dan 7.2 Mbps. Bisa menggunakan slot Micro-SD Card. USB Extension. Fitur Wireless Lan (Wifi). Fitur GPS. Support Eksternal Antena Indoor dan Outdoor, dll.
Tapi adakalanya fitur-fitur tersebut dapat mengakibatkan permasalahan lain pada modem anda, misalnya, modem selalu otomatis terkoneksi ke WiFi daripada ke GSM. Jadi bila anda tidak terlalu paham dengan fitur ekstra yang diberikan sebaiknya saya sarankan pilih modem yang standar saja.
4. Model Modem.
Jangan tertipu dengan modem yang mungil dan cantik. Tidak semua modem yang berbentuk cantik itu berkualitas bagus. Juga hindari modem yang bisa dilipat-lipat, karena konektor USBnya lebih cepat rusak.
5. Software Modem.
Semua modem dilengkapi dengan software untuk mengkonfigurasikan setting internet anda. Beberapa software modem memiliki settingan internet yang lengkap. Beberapa ada juga yang settingannya tidak dapat dimodifikasi lagi (Modem Locked). Pilihlah modem yang settingannya mudah dan tidak terlock oleh provider internet tertentu. Bila anda membeli modem yang ter-lock maka anda tidak dapat mengonta-ganti SIM-Card yang lain. Modem jenis ini biasanya modem yang ter-paket dengan salah satu provider internet.
6. Jenis Modem.
Ada 2 jenis SIM Card yang digunakan pada modem GSM dan CDMA, yaitu SIM Card CDMA (Misalnya Fren, Flexi, dll), dan SIM Card GSM (Misalnya Simpati, Three, Mentari, dll). Jangan sampai membeli Modem GSM jika hendak memakai kartu Flexi, begitu pula sebaliknya.
Tips Memilih Provider Internet :
1. Harga yang ditawarkan.
Faktor penentu penting dalam memilih provider internet. Saat ini banyak bertaburan paket internet yang ditawarkan oleh provider. Juga jangan sampai terkecoh dengan iming-iming harga murah. Karena biasanya paket internet yang murah kualitas jaringannya juga murahan. Tidak ada salahnya untuk mengeluarkan uang lebih untuk mendapatkan koneksi internet yang baik. Ketimbang menghabiskan waktu untuk menunggu loading satu halaman website.
2. Daerah lokasi anda.
Jangan heran apabila anda mendapati kualitas jaringan internet yang jelek dirumah anda, tetapi malahan bagus dirumah teman anda. Maksudnya yaitu, tidak semua tempat mendapat coverage jaringan HSPA/UMTS yang baik. Umumnya modem secara otomatis menurunkan tipe koneksi anda dari 3G ke 2G bila seandainya signal 2G lebih kuat daripada 3G. Tapi beberapa tipe modem dapat anda setting secara manual untuk selalu terhubung ke jaringan 3G. Jadi pilihlah provider internet yang jaringan signal 3G-nya lebih kuat dan baik didaerah anda.
3. Pengguna paket internet.
Beberapa dari teman anda mungkin mengatakan bahwa paket internet “A” itu bagus. Mungkin beberapa teman anda yang lainnya malahan mengatakan paket internet “B” itu bagus. Hal ini tidak dapat dijadikan patokan. Karena baik tidaknya suatu koneksi internet itu juga dipengaruhi oleh banyaknya user(pengguna) internet didaerah itu. Suatu tower (BTS) jaringan internet GSM umumnya hanya sanggup menerima 40 user secara bersamaan dalam satu waktu. Jadi apabila pengguna internet didaerah anda membludak tentu saja berpengaruh terhadap anda sendiri jadi ikut mendapatkan jaringan internet yang lambat.
4. Kecepatan internet.
Modem yang beredar dipasaran memiliki kecepatan transfer data antara 3.6 Mbps sampai 7.2 Mbps. Artinya kecepatan transfer modem dan BTS adalah 3.6 atau 7.2 Megabytes tiap satu detiknya. Tapi jangan langsung salah sangka jika kecepatan download anda hanya sekitar 256Kbps saja. Kecepatan transfer modem anda memang benar 3.6 atau 7.2 Mbps ke BTS, tapi umumnya provider internet membatasi kecepatan anda dari BTS ke Internet, sehingga anda mendapatkan kecepatan lebih kecil.
Modem -----(7.2Mbps)---> [BTS] -----(256Kbps)----> Internet
Jadi pilihlah provider internet anda yang menawarkan kecepatan lebih baik ke internetnya.
Modem 3.5G GSM teknologi HSDPA/UMTS menurut ranking :
1. Prolink PHS100, 7.2 Mbps, Support Micro SD Card, Harga : Rp. ±790 Ribu
2. Huawei E160, 7.2 Mbps, Support Micro SD Card, Antenna External Slot, Harga : Rp. ±600 Ribu
3. Huawei E156, 7.2 Mbps, Support Micro SD Card, Antenna External Slot Harga : Rp. ±580 Ribu
4. Huawei E1550, 7.2 Mbps, Support Micro SD Card, Harga : Rp. ±600 Ribu
5. Sierra Compass AT&T 885, 7.2 Mbps, Support Micro SD Card, WiFi, Harga : Rp. ±570 Ribu
Modem CDMA 2000 teknologi EV-DO menurut ranking :
1. EVDO Modem, Harga : Rp. ±550 Ribu
2. Venus VT-12 Modem, Harga : Rp. ±450 Ribu
Sabtu, 04 Juni 2011
Jumat, 03 Juni 2011
" tips meng-eksport barang keluar negeri , tuk usaha on-line shop"
Di Indonesia,……Saya baru mendengar segilintir pedagang/ entrepeneur saja yang mampu menjual barang sampai ke luar, namun bukan berarti penduduk Indonesia tidak memiliki kualitas yang baik dari barang yang mereka buat. Langsung ke topik, berikut tata cara peng-eksporan barang ke luar negeri ( bagi yang memiliki usaha online shop ) ;
1. Communication Skill,
Langkah awal adalah anda USAHAKAN anda bisa berbahasa Inggris, karena anda akan berkomunikasi dengan bahasa universal ini.
2. Website,
Kemudian ketika anda bermula ingin membuat website, mintalah kepada webmaster (pembuat situs web) anda agar dibuatkan koneksi ke berbagai kartu pembayaran, seperti visa mastercard, Pay pal, dll ( yang telah diverifikasi instansi ) INI HARUS!!! karena pembeli akan sulit percaya jika anda meminta mereka untuk mengirim pembayaran ke no rek. bank tertentu, atau western union / money gram . (pembayaran semacam ini dipungut biaya yang lumayan besar)
3. Good Reputation,
Pastikan bahwa toko anda memiliki reputasi yang baik bagi SEO, karena umumnya pembeli akan searching melalui mesin pencari mengenai toko anda. Reputasi yang baik bisa didapat dengan 2 cara, yakni membeli jasa SEO ( cukup mahal tergantung pesaing ) dan sering posting di blog-blog orang lain.
4. Helpdesk 24/7,
ini terbukti sangat membantu karena sebagian pembeli foreigner membutuhkan informasi produk anda, dan mereka akan mendapatkan informasi melalu customer services anda ( biasa disebut live chat! ), namun tidak setiap waktu di berbagai belahan dunia itu sama, jadi anda harus menulis di waktu jam berapa toko anda online. ( biasa disebut bussnies hours ). melalui komunikasi juga pembeli dapat meyakini bahwa anda adalah benar adanya 'real'.
5. INCOTERM ( International Commercial Technologies )
Saya yakin banyak pembaca akan belajar banyak mengenai ini.. Incoterm merupakan syarat perdagangan atau term of trade yang mengatur tentang hak dan kewajiban penjual dan pembeli yang menyangkut :
- Penyerahan barang dari penjual kepada pembeli.
- Pembagian resiko antara penjual dan pembeli.
- Tanggung Jawab dalam perolehan perijinan ekspor-impor.
Hal ini sangat perlu karena ekonomi global telah memberikan akses pasar yang lebih luas bagi dunia usaha, baik volume maupun macam ragamnya, hal mana yang dapat meicu terjadinya missed interprestasi antara penjual dan pembeli, untuk menghindari ini maka International Chamber of Commerce (ICC) menciptakan incoterm.
Terlalu complex bila dibahas satu persatu ( saya akan menjelaskan lain kali bila kalian berminat )
, saya disini akan menjelaskan secara singkat mengenai incoterm ini.
Incoterm dibagi menjadi 4 group kategori :
1. Kelompok E ( Pemberangkatan ),
-Ex Works ( penjual hanya wajib menyerahkan barangnya ditempat sendiri seperti gudang,pabrik maupun tempat kerja ), jadi apabila pembeli membeli barang dalam jumlah banyak, pembeli akan menanggung biaya kuli angkut barang ke container.
2. Kelompok F ( Angkutan Utama Belum Dibayar )
-FCA-Free Carrier [.....sebut nama tempat] (penjual menyerahkan barang dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, kepada pengangkut setempat yang telah ditunjuk pembeli)
-FAS-Free Alongside Ship [....Sebut nama pelabuhan pengapalan] ( penjual wajib menangung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang disamping kapal dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor.
-FOB-Free On Boad [.....sebut nama pelabuhan pengapalan] ( penjual wajib menangung biaya dan resiko sampai dengan melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor ) term ini yang paling banyak digunakan.
3. Kelompok C ( Angkutan Utama Dibayar )
-CFR ( Cost and Freight )
-CIF ( Cost Insurance an Freight )
pada dasarnya kewajiban penjual sama dengan term CFR ditambah kewajiban membayar asuransi. Term ini hanya dipkai untuk angkutan laut dan sungai saja. kalai pihak terkait tidak ingin menyerahkan barang melewati pagar kapal gunakan CIP.
-CPT ( Carrige Paid To )
-CIP ( carrige and Insurance paid to... )
4. Kelompok D ( Sampai Tujuan )
-DAF ( Delivered at Frontier [.... disebut tempat ]
penjual menyerahkan barangnya bila barang telah ditempatkan kedalam kewenangan pembeli pada saat kedatangan alat angkut, belum dibongkar, telah diurus formalitas ekspornya, belum diurus formalitas impornya ditempat yang disebut wilayah perbatasan, tetapi belum memasuki wilayah pabean negara tetangga.
-DES
-DEQ
-DDU
Maaf bila tidak dijelaskan semuanya ya..
6. Term Of Shipping,
Banyak jasa seperti DHL/Fedex,Tiki/JNE,EMS ( pos indonesia) dan lainnya. Biasanya perusahaan yang mampu meng-ekspor akan menggunakan term of payment L/C karena itu jelas sangat aman dibanding T/T. Tentu harus memiliki legitimasi CV/PT yang telah memiliki NPWP ( ekspor tidak memiliki nilai PPn ya, tetapi kalu impor ada ) Besar biaya pengiriman akan sangat mahal bila menggunakan dhl/ups/fedex. bayangkan pengiriman dokumen yang tidak melebihi 0.5 kg ke taiwan akan kena Rp. 325.xxx... mahall kan!
Ada 2 macam pengiriman dalam bentuk container yakni LCL / FCL..
-LCL merupakan pengiriman dengan container yang terbatas, dengan maksud bahwa 1 container berukuran 20" ( 20 feet / 20 Kaki ) atau 40" kita bisa kirim barang 5 kg saja.. ,
-FCL merupkan pengiriman dengan full container, 1 full container mampu menampung 24-26.000 Kg ( banyak kan ) bagi yang meng-import dengan FCL, anda harus memiliki (APIT=Angka Pengenal Impor Terbatas) perhatikan jalur merah/bahandlenya ya.
7. Invoice,
Setelah pengaturan harga dan pengiriman.. berilah pembeli anda Performa Invoice, performa Invoice ini merupakan Pra Invoice ( Draft Invoice ) apabila pembeli telah setuju maka terbitkanlah Invoice asli / sales contract sertakan Packing list. Jangan lupa sertakan B/L bila pengiriman menggunakan container.
Invoice asli hanya akan ada 1x, yakni dimana invoice akan dikirim sebelum sesaat barang memasuki pelabuhan. Jangan lupa urus PIB-nya. Barang yang dikirim dalam jumlah kecilpun harus menyertakan invoice dan packing list, bila tidak akan sangat dipersulit oleh orang pabean setempat.
8. Checking,
Selanjutnya anda harus cek setiap pengiriman yang anda lakukan, kapan tiba di tangan pembeli, dan tanya bagaimana kondisi barangnya (melalui e-mail lebih murah)
9. Jangan lupa selalu tawarkan produk yang baru kepada konsumen yang pernah membeli produk anda.Ini sebagai tindak lanjut mengenai hubungan kerja sama yang lebih baik ( customer harus sering-sering di follow up )
Prakata... udah malam ya.. apabila kalian ingin bertanya mengenai Incoterm lebih jauh saya dengan senang hati menjawabnya ( Bila saya tahu ya ). Bila Ada yang lebih master mengenai masalah ini dengan senang hati kami mendengarkan.
SUMBER: PREMIUMCLASS_multiply.com
1. Communication Skill,
Langkah awal adalah anda USAHAKAN anda bisa berbahasa Inggris, karena anda akan berkomunikasi dengan bahasa universal ini.
2. Website,
Kemudian ketika anda bermula ingin membuat website, mintalah kepada webmaster (pembuat situs web) anda agar dibuatkan koneksi ke berbagai kartu pembayaran, seperti visa mastercard, Pay pal, dll ( yang telah diverifikasi instansi ) INI HARUS!!! karena pembeli akan sulit percaya jika anda meminta mereka untuk mengirim pembayaran ke no rek. bank tertentu, atau western union / money gram . (pembayaran semacam ini dipungut biaya yang lumayan besar)
3. Good Reputation,
Pastikan bahwa toko anda memiliki reputasi yang baik bagi SEO, karena umumnya pembeli akan searching melalui mesin pencari mengenai toko anda. Reputasi yang baik bisa didapat dengan 2 cara, yakni membeli jasa SEO ( cukup mahal tergantung pesaing ) dan sering posting di blog-blog orang lain.
4. Helpdesk 24/7,
ini terbukti sangat membantu karena sebagian pembeli foreigner membutuhkan informasi produk anda, dan mereka akan mendapatkan informasi melalu customer services anda ( biasa disebut live chat! ), namun tidak setiap waktu di berbagai belahan dunia itu sama, jadi anda harus menulis di waktu jam berapa toko anda online. ( biasa disebut bussnies hours ). melalui komunikasi juga pembeli dapat meyakini bahwa anda adalah benar adanya 'real'.
5. INCOTERM ( International Commercial Technologies )
Saya yakin banyak pembaca akan belajar banyak mengenai ini.. Incoterm merupakan syarat perdagangan atau term of trade yang mengatur tentang hak dan kewajiban penjual dan pembeli yang menyangkut :
- Penyerahan barang dari penjual kepada pembeli.
- Pembagian resiko antara penjual dan pembeli.
- Tanggung Jawab dalam perolehan perijinan ekspor-impor.
Hal ini sangat perlu karena ekonomi global telah memberikan akses pasar yang lebih luas bagi dunia usaha, baik volume maupun macam ragamnya, hal mana yang dapat meicu terjadinya missed interprestasi antara penjual dan pembeli, untuk menghindari ini maka International Chamber of Commerce (ICC) menciptakan incoterm.
Terlalu complex bila dibahas satu persatu ( saya akan menjelaskan lain kali bila kalian berminat )
, saya disini akan menjelaskan secara singkat mengenai incoterm ini.
Incoterm dibagi menjadi 4 group kategori :
1. Kelompok E ( Pemberangkatan ),
-Ex Works ( penjual hanya wajib menyerahkan barangnya ditempat sendiri seperti gudang,pabrik maupun tempat kerja ), jadi apabila pembeli membeli barang dalam jumlah banyak, pembeli akan menanggung biaya kuli angkut barang ke container.
2. Kelompok F ( Angkutan Utama Belum Dibayar )
-FCA-Free Carrier [.....sebut nama tempat] (penjual menyerahkan barang dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor, kepada pengangkut setempat yang telah ditunjuk pembeli)
-FAS-Free Alongside Ship [....Sebut nama pelabuhan pengapalan] ( penjual wajib menangung biaya dan resiko sampai dengan penyerahan barang disamping kapal dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor.
-FOB-Free On Boad [.....sebut nama pelabuhan pengapalan] ( penjual wajib menangung biaya dan resiko sampai dengan melewati batas pagar kapal di pelabuhan pengapalan dalam keadaan sudah mendapat ijin ekspor ) term ini yang paling banyak digunakan.
3. Kelompok C ( Angkutan Utama Dibayar )
-CFR ( Cost and Freight )
-CIF ( Cost Insurance an Freight )
pada dasarnya kewajiban penjual sama dengan term CFR ditambah kewajiban membayar asuransi. Term ini hanya dipkai untuk angkutan laut dan sungai saja. kalai pihak terkait tidak ingin menyerahkan barang melewati pagar kapal gunakan CIP.
-CPT ( Carrige Paid To )
-CIP ( carrige and Insurance paid to... )
4. Kelompok D ( Sampai Tujuan )
-DAF ( Delivered at Frontier [.... disebut tempat ]
penjual menyerahkan barangnya bila barang telah ditempatkan kedalam kewenangan pembeli pada saat kedatangan alat angkut, belum dibongkar, telah diurus formalitas ekspornya, belum diurus formalitas impornya ditempat yang disebut wilayah perbatasan, tetapi belum memasuki wilayah pabean negara tetangga.
-DES
-DEQ
-DDU
Maaf bila tidak dijelaskan semuanya ya..
6. Term Of Shipping,
Banyak jasa seperti DHL/Fedex,Tiki/JNE,EMS ( pos indonesia) dan lainnya. Biasanya perusahaan yang mampu meng-ekspor akan menggunakan term of payment L/C karena itu jelas sangat aman dibanding T/T. Tentu harus memiliki legitimasi CV/PT yang telah memiliki NPWP ( ekspor tidak memiliki nilai PPn ya, tetapi kalu impor ada ) Besar biaya pengiriman akan sangat mahal bila menggunakan dhl/ups/fedex. bayangkan pengiriman dokumen yang tidak melebihi 0.5 kg ke taiwan akan kena Rp. 325.xxx... mahall kan!
Ada 2 macam pengiriman dalam bentuk container yakni LCL / FCL..
-LCL merupakan pengiriman dengan container yang terbatas, dengan maksud bahwa 1 container berukuran 20" ( 20 feet / 20 Kaki ) atau 40" kita bisa kirim barang 5 kg saja.. ,
-FCL merupkan pengiriman dengan full container, 1 full container mampu menampung 24-26.000 Kg ( banyak kan ) bagi yang meng-import dengan FCL, anda harus memiliki (APIT=Angka Pengenal Impor Terbatas) perhatikan jalur merah/bahandlenya ya.
7. Invoice,
Setelah pengaturan harga dan pengiriman.. berilah pembeli anda Performa Invoice, performa Invoice ini merupakan Pra Invoice ( Draft Invoice ) apabila pembeli telah setuju maka terbitkanlah Invoice asli / sales contract sertakan Packing list. Jangan lupa sertakan B/L bila pengiriman menggunakan container.
Invoice asli hanya akan ada 1x, yakni dimana invoice akan dikirim sebelum sesaat barang memasuki pelabuhan. Jangan lupa urus PIB-nya. Barang yang dikirim dalam jumlah kecilpun harus menyertakan invoice dan packing list, bila tidak akan sangat dipersulit oleh orang pabean setempat.
8. Checking,
Selanjutnya anda harus cek setiap pengiriman yang anda lakukan, kapan tiba di tangan pembeli, dan tanya bagaimana kondisi barangnya (melalui e-mail lebih murah)
9. Jangan lupa selalu tawarkan produk yang baru kepada konsumen yang pernah membeli produk anda.Ini sebagai tindak lanjut mengenai hubungan kerja sama yang lebih baik ( customer harus sering-sering di follow up )
Prakata... udah malam ya.. apabila kalian ingin bertanya mengenai Incoterm lebih jauh saya dengan senang hati menjawabnya ( Bila saya tahu ya ). Bila Ada yang lebih master mengenai masalah ini dengan senang hati kami mendengarkan.
SUMBER: PREMIUMCLASS_multiply.com
Kamis, 02 Juni 2011
" prinsip ketidakpastian"
Pukulan maut yang menjatuhkan mekanika Newtonian dari tahtanya sebagai sebuah teori universal dilancarkan oleh Einstein, Schrödinger, Heisenberg dan lain-lain ilmuwan yang membidani kelahiran mekanika kuantum di awal abad ke-20. Perilaku "partikel-partikel elementer" tidaklah dapat dijelaskan oleh mekanika klasik. Matematika jenis baru harus dikembangkan.
Dalam matematika baru ini terdapatlah konsep-konsep semacam "ruang-fase", di mana sebuah sistem didefinisikan sebagai sebuah titik yang memiliki derajat kebebasan sebagai koordinat, dan "operator", besaran yang tidak mirip sama sekali dengan besaran aljabar dalam makna mereka lebih mirip sebuah operasi ketimbang sebagai sebuah besaran itu sendiri (pada kenyataannya mereka menyatakan hubungan, bukannya sebuah nilai yang tetap), memainkan satu peran yang penting. Teori peluang juga memainkan peranan yang penting, tapi dalam makna "peluang intrinsik": ini adalah salah satu dari ciri hakiki dalam mekanika kuantum. Pada kenyataannya, mekanika kuantum harus diartikan sebagai sebuah gabungan bertumpuk dari semua jalur gerak yang mungkin ditempuh oleh sebuah sistem.
Partikel kuantum hanya dapat didefinisikan sebagai sebuah himpunan kesalingterhubungan internal antara keadaan "aktual" dan "virtual" yang mereka alami. Dalam makna ini mereka murni dialektik. Pengukuran terhadap partikel-partikel itu dengan cara tertentu hanya akan mengungkap keadaan "aktual" mereka, yang merupakan satu aspek saja dari seluruh aspek keberadaan mereka (paradoks ini dijelaskan secara populer dalam kisah "kucing Schrödinger"). Prinsip ini disebut "runtuhnya fungsi gelombang", dan dinyatakan oleh Heisenberg sebagai prinsip ketidakpastian. Cara yang sama sekali baru untuk memandang realitas fisik ini, yang dinyatakan dalam persamaan mekanika kuantum ini, telah "dikarantina" untuk waktu yang lama oleh sebagian besar kaum akademisi. Ia dilihat sebagai semacam perkecualian terhadap mekanika yang selama itu ada, yang hanya berguna untuk menjelaskan perilaku partikel-partikel elementer, pengecualian terhadap hukum-hukum mekanika klasik, tanpa makna penting apapun selain itu.
Di tahta yang tadinya dikangkangi oleh kepastian, ketidakpastian kini meraja. Apa yang nampak sebagai pergerakan acak dari partikel-partikel sub-atomik, dengan kecepatan mereka yang tak terbayangkan, tidaklah dapat dinyatakan dalam persamaan-persamaan mekanika lama. Ketika sebuah ilmu pengetahuan mencapai satu jalan buntu, ketika ia tidak lagi dapat menjelaskan fakta-fakta yang ada, keadaan untuk sebuah revolusi dimatangkan, dan ilmu pengetahuan yang baru akan lahir. Walau demikian, ilmu yang baru itu, dalam bentuk awalnya, tidak akan muncul dalam keadaan sempurna. Hanya setelah melewati masa tertentu ia akan muncul dalam bentuknya yang lengkap dan pamungkas. Satu derajat improvisasi, ketidakpastian, interpretasi yang beragam dan seringkali bertentangan, niscaya terjadi pada masa-masa awal ini.
Pada beberapa dasawarsa terakhir, satu debat tentang apa yang disebut interpretasi "stochatic" ("acak") tentang alam dan determinisme telah dibuka. Masalah yang mendasar adalah keniscayaan dan peluang yang di sini diperlakukan sebagai dua hal yang berdiri mutlak bertentangan, sebagai dua lawan yang saling meniadakan satu sama lain. Dengan cara ini kita mendapatkan dua pandangan yang saling bertentangan, yang keduanya tidaklah cukup untuk menjelaskan cara kerja alam raya yang kompleks dan penuh kontradiksi.
Werner Heisenberg, seorang fisikawan Jerman, mengembangkan versinya sendiri tentang mekanika kuantum. Di tahun 1932 ia menerima Hadiah Nobel bidang fisika untuk sistem mekanika matriks-nya, yang menggambarkan tingkatan enerji dari orbit elektron murni dalam bentuk angka, tanpa mengandalkan gambar sama sekali. Dengan cara ini, ia berharap dapat mengatasi masalah yang disebabkan oleh adanya kontradiksi antara "partikel" dan "gelombang" dengan mengabaikan segala upaya menggambarkan gejala tersebut, dan memperlakukan gejala tersebut murni dalam bentuk abstraksi matematik. Mekanika gelombang Erwin Schrödinger menangani masalah yang persis sama dengan mekanika matriks Heisenberg tanpa perlu melarikan diri ke dalam dunia abstraksi matematika absolut. Kebanyakan fisikawan lebih menyukai pendekatan Schrödinger karena jauh kurang abstrak ketimbang pendekatan Heisenberg, dan mereka tidak salah.
Di tahun 1944, John van Neumann, ahli matematik Amerika keturunan Hungaria itu menunjukkan bahwa mekanika gelombang dan mekanika matriks adalah setara secara matematik, dan dapat menghasilkan jawaban yang persis sama untuk tiap persoalan.
Heisenberg mencapai beberapa kemajuan penting dalam mekanika kuantum. Walau demikian, keteguhannya untuk memasukkan filsafat idealisme yang dianutnya ke dalam ilmu baru itu mewarnai dengan kuat seluruh pendekatan yang dipakainya. Dari sini muncullah apa yang dikenal sebagai "interpretasi Copenhagen" atas mekanika kuantum. Ini pada dasarnya adalah idealisme subjektif, yang dicadari dengan tipis sebagai sebuah aliran pemikiran ilmiah. "Werner Heisenberg," tulis Isaac Asimov, "berupaya untuk mengangkat satu masalah mendasar yang menempatkan partikel-partikel, bahkan fisika itu sendiri, di dalam sebuah dunia dari hal-hal yang tak dapat diketahui [unknowable]."[i] Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi. Di sini kita tidak berurusan dengan apa yang tidak diketahui [unknown]. Itu selalu terjadi di tengah ilmu pengetahuan. Seluruh sejarah ilmu pengetahuan adalah kemajuan dari yang tidak diketahui menuju yang diketahui, dari ketidaktahuan menuju pengetahuan. Tapi satu kesulitan yang serius akan muncul ketika orang merancukan apa yang tidak diketahui [unknown] dengan apa yang tidak dapat diketahui [unknowable]. Ada perbedaan mendasar antara kata-kata "kita tidak tahu" dan "kita tidak mungkin tahu". Ilmu pengetahuan berangkat dari pandangan dasar bahwa dunia objektif benar-benar ada dan dapat kita ketahui.
Walau demikian, sepanjang sejarah filsafat telah terjadi berulang kali upaya untuk menetapkan batas bagi pengetahuan manusia, untuk menegaskan bahwa terdapat beberapa hal yang "tidak mungkin kita ketahui", dengan alasan ini atau alasan itu. Demikianlah Kant mengklaim bahwa kita hanya dapat memahami apa yang tampak, tapi bukan Hakikat yang di Dalam {Things-in-Themselves]. Dalam pernyataan ini ia mengikuti jejak skeptisisme Hume, idealisme subjektif Berkeley dan para sophis Yunani: kita tidak mungkin memahami dunia.
Di tahun 1927, Werner Heisenberg mengajukan "prinsip ketidakpastian"-nya yang terkenal itu, yang menyatakan bahwa mustahil bagi kita untuk menentukan posisi dan kecepatan sebuah partikel pada saat yang bersamaan. Semakin teliti kita menentukan posisi sebuah partikel, semakin tidak pasti momentumnya, dan sebaliknya. (Hal ini juga berlaku untuk sifat-sifat berpasangan yang lain.) Kesulitan untuk menetapkan secara pasti posisi dan kecepatan dari sebuah partikel yang bergerak dengan kecepatan 5.000 mil per detik ke berbagai arah yang berbeda pada saat yang bersamaan merupakan hal yang tidak perlu dijelaskan lagi. Walau demikian, deduksi dari sini bahwa kausalitas (sebab-akibat) secara umum tidak ada adalah sebuah proposisi yang sama sekali keliru.
Bagaimana kita menentukan posisi sebuah elektron? Ia bertanya. Dengan melihatnya. Tapi, jika kita menggunakan mikroskop yang kuat, itu artinya kita akan menumburkan elektron itu dengan sebuah partikel cahaya, sebuah foton. Karena cahaya berperilaku sebagai sebuah partikel, ia niscaya akan mengganggu momentum dari partikel yang sedang diamati. Dengan demikian, kita akan mengubah partikel itu persis ketika kita menjalankan pengamatan. Gangguan ini tidak akan dapat diramalkan hasilnya dan tidak akan dapat dikendalikan, karena (setidaknya dari teori kuantum yang ada) tidak ada cara untuk mengetahui dan mengontrol di muka sudut yang akan diambil kuantum cahaya ketika dibiaskan melewati lensa. Karena pengukuran yang akurat akan posisi elektron membutuhkan penggunaan cahaya yang panjang gelombangnya kecil, momentum yang besar tapi tidak teramalkan dan tak terkontrol akan dipindahkan kepada elektron. Di pihak lain, pengukuran yang akurat akan momentum membutuhkan kuanta cahaya yang momentumnya sangat kecil (yaitu panjang gelombang yang besar), yang berarti terjadinya satu pembiasan dengan sudut besar. Semakin akurat posisi diukur, semakin kurang akurat momentumnya terukur, dan sebaliknya.
Jadi, apakah kita akan dapat mengatasi masalah ini jika kita mengembangkan sejenis mikroskop elektron yang baru? Mustahil, menurut teori Heisenberg. Karena semua enerji datang dalam paket-paket (kuanta), dan semua materi memiliki ciri tindakan baik sebagai sebuah gelombang maupun sebagai sebuah partikel, jenis alat apapun yang kita pergunakan akan pula tunduk pada prinsip ketidakpastian ini. Sesungguhnya, penggunaan istilah prinsip ketidakpastian tidaklah tepat, karena apa yang ditegaskan di sini bukanlah bahwa kita tidak dapat mengukur secara akurat, karena persoalan alat ukur. Teori itu mengimplikasikan bahwa semua bentuk materi tidak dapat diukur secara akurat justru karena hakikat materi itu sendiri. Seperti yang dikatakan David Bohm dalam bukunya Causality and Chance in Modern Physics:
"Maka penolakan terhadap kausalitas dalam interpretasi yang umum dari teori kuantum haruslah dianggap bukan sebagai sekedar hasil dari ketidakmampuan kita untuk mengukur nilai persis dari variabel yang akan dimasukkan dalam persamaan hukum kausalitas di tingkat atomik, melainkan, ia harus dianggap sebagai cerminan dari fakta bahwa hukum semacam itu tidak ada sama sekali."
Bukannya melihat hal itu sebagai sebuah aspek khusus dari teori kuantum dalam tingkat perkembangannya yang sekarang, Heisenberg mempostulatkan ketidakpastian sebagai sebuah hukum alam yang mendasar dan universal, dan mengasumsikan bahwa semua hukum alam yang lain harus konsisten dengan hukum ini. Ini merupakan pendekatan yang sangat berbeda dengan pendekatan ilmu pengetahuan di masa lalu ketika ia dihadapkan dengan masalah yang menyangkut fluktuasi tak beraturan dan pergerakan acak. Tidak seorangpun membayangkan bahwa mungkin bagi kita untuk menentukan pergerakan persis dari satu molekul tunggal dalam gas, atau menetapkan di muka seluruh rincian dari sebuah kecelakaan mobil yang mungkin terjadi. Tapi belum pernah terjadi sebelumnya satu upaya yang demikian serius untuk menurunkan dari fakta semacam ini satu ketiadaan hukum kausalitas secara umum.
Tapi, persis kesimpulan inilah yang diajukan dari prinsip ketidakpastian. Para ilmuwan dan filsuf idealis telah maju terlalu jauh dengan mengajukan bahwa kausalitas secara umum tidak ada. Yakni, bahwa bahwa tidak ada itu yang namanya sebab atau akibat. Maka alam raya akan nampak sebagai peristiwa yang seluruhnya tanpa sebab dan acak. Seluruh alam raya ini tidak dapat diramalkan. "Kita tidak dapat memastikan" segala sesuatu. "Melainkan, diasumsikan bahwa dalam percobaan macam apapun, hasil yang persis yang akan dicapai akan seluruhnya acak dalam makna bahwa ia tidak memiliki hubungan apapun dengan segala hal yang lain yang ada di dunia atau yang pernah ada."[ii]
Dalam matematika baru ini terdapatlah konsep-konsep semacam "ruang-fase", di mana sebuah sistem didefinisikan sebagai sebuah titik yang memiliki derajat kebebasan sebagai koordinat, dan "operator", besaran yang tidak mirip sama sekali dengan besaran aljabar dalam makna mereka lebih mirip sebuah operasi ketimbang sebagai sebuah besaran itu sendiri (pada kenyataannya mereka menyatakan hubungan, bukannya sebuah nilai yang tetap), memainkan satu peran yang penting. Teori peluang juga memainkan peranan yang penting, tapi dalam makna "peluang intrinsik": ini adalah salah satu dari ciri hakiki dalam mekanika kuantum. Pada kenyataannya, mekanika kuantum harus diartikan sebagai sebuah gabungan bertumpuk dari semua jalur gerak yang mungkin ditempuh oleh sebuah sistem.
Partikel kuantum hanya dapat didefinisikan sebagai sebuah himpunan kesalingterhubungan internal antara keadaan "aktual" dan "virtual" yang mereka alami. Dalam makna ini mereka murni dialektik. Pengukuran terhadap partikel-partikel itu dengan cara tertentu hanya akan mengungkap keadaan "aktual" mereka, yang merupakan satu aspek saja dari seluruh aspek keberadaan mereka (paradoks ini dijelaskan secara populer dalam kisah "kucing Schrödinger"). Prinsip ini disebut "runtuhnya fungsi gelombang", dan dinyatakan oleh Heisenberg sebagai prinsip ketidakpastian. Cara yang sama sekali baru untuk memandang realitas fisik ini, yang dinyatakan dalam persamaan mekanika kuantum ini, telah "dikarantina" untuk waktu yang lama oleh sebagian besar kaum akademisi. Ia dilihat sebagai semacam perkecualian terhadap mekanika yang selama itu ada, yang hanya berguna untuk menjelaskan perilaku partikel-partikel elementer, pengecualian terhadap hukum-hukum mekanika klasik, tanpa makna penting apapun selain itu.
Di tahta yang tadinya dikangkangi oleh kepastian, ketidakpastian kini meraja. Apa yang nampak sebagai pergerakan acak dari partikel-partikel sub-atomik, dengan kecepatan mereka yang tak terbayangkan, tidaklah dapat dinyatakan dalam persamaan-persamaan mekanika lama. Ketika sebuah ilmu pengetahuan mencapai satu jalan buntu, ketika ia tidak lagi dapat menjelaskan fakta-fakta yang ada, keadaan untuk sebuah revolusi dimatangkan, dan ilmu pengetahuan yang baru akan lahir. Walau demikian, ilmu yang baru itu, dalam bentuk awalnya, tidak akan muncul dalam keadaan sempurna. Hanya setelah melewati masa tertentu ia akan muncul dalam bentuknya yang lengkap dan pamungkas. Satu derajat improvisasi, ketidakpastian, interpretasi yang beragam dan seringkali bertentangan, niscaya terjadi pada masa-masa awal ini.
Pada beberapa dasawarsa terakhir, satu debat tentang apa yang disebut interpretasi "stochatic" ("acak") tentang alam dan determinisme telah dibuka. Masalah yang mendasar adalah keniscayaan dan peluang yang di sini diperlakukan sebagai dua hal yang berdiri mutlak bertentangan, sebagai dua lawan yang saling meniadakan satu sama lain. Dengan cara ini kita mendapatkan dua pandangan yang saling bertentangan, yang keduanya tidaklah cukup untuk menjelaskan cara kerja alam raya yang kompleks dan penuh kontradiksi.
Werner Heisenberg, seorang fisikawan Jerman, mengembangkan versinya sendiri tentang mekanika kuantum. Di tahun 1932 ia menerima Hadiah Nobel bidang fisika untuk sistem mekanika matriks-nya, yang menggambarkan tingkatan enerji dari orbit elektron murni dalam bentuk angka, tanpa mengandalkan gambar sama sekali. Dengan cara ini, ia berharap dapat mengatasi masalah yang disebabkan oleh adanya kontradiksi antara "partikel" dan "gelombang" dengan mengabaikan segala upaya menggambarkan gejala tersebut, dan memperlakukan gejala tersebut murni dalam bentuk abstraksi matematik. Mekanika gelombang Erwin Schrödinger menangani masalah yang persis sama dengan mekanika matriks Heisenberg tanpa perlu melarikan diri ke dalam dunia abstraksi matematika absolut. Kebanyakan fisikawan lebih menyukai pendekatan Schrödinger karena jauh kurang abstrak ketimbang pendekatan Heisenberg, dan mereka tidak salah.
Di tahun 1944, John van Neumann, ahli matematik Amerika keturunan Hungaria itu menunjukkan bahwa mekanika gelombang dan mekanika matriks adalah setara secara matematik, dan dapat menghasilkan jawaban yang persis sama untuk tiap persoalan.
Heisenberg mencapai beberapa kemajuan penting dalam mekanika kuantum. Walau demikian, keteguhannya untuk memasukkan filsafat idealisme yang dianutnya ke dalam ilmu baru itu mewarnai dengan kuat seluruh pendekatan yang dipakainya. Dari sini muncullah apa yang dikenal sebagai "interpretasi Copenhagen" atas mekanika kuantum. Ini pada dasarnya adalah idealisme subjektif, yang dicadari dengan tipis sebagai sebuah aliran pemikiran ilmiah. "Werner Heisenberg," tulis Isaac Asimov, "berupaya untuk mengangkat satu masalah mendasar yang menempatkan partikel-partikel, bahkan fisika itu sendiri, di dalam sebuah dunia dari hal-hal yang tak dapat diketahui [unknowable]."[i] Kata-kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi. Di sini kita tidak berurusan dengan apa yang tidak diketahui [unknown]. Itu selalu terjadi di tengah ilmu pengetahuan. Seluruh sejarah ilmu pengetahuan adalah kemajuan dari yang tidak diketahui menuju yang diketahui, dari ketidaktahuan menuju pengetahuan. Tapi satu kesulitan yang serius akan muncul ketika orang merancukan apa yang tidak diketahui [unknown] dengan apa yang tidak dapat diketahui [unknowable]. Ada perbedaan mendasar antara kata-kata "kita tidak tahu" dan "kita tidak mungkin tahu". Ilmu pengetahuan berangkat dari pandangan dasar bahwa dunia objektif benar-benar ada dan dapat kita ketahui.
Walau demikian, sepanjang sejarah filsafat telah terjadi berulang kali upaya untuk menetapkan batas bagi pengetahuan manusia, untuk menegaskan bahwa terdapat beberapa hal yang "tidak mungkin kita ketahui", dengan alasan ini atau alasan itu. Demikianlah Kant mengklaim bahwa kita hanya dapat memahami apa yang tampak, tapi bukan Hakikat yang di Dalam {Things-in-Themselves]. Dalam pernyataan ini ia mengikuti jejak skeptisisme Hume, idealisme subjektif Berkeley dan para sophis Yunani: kita tidak mungkin memahami dunia.
Di tahun 1927, Werner Heisenberg mengajukan "prinsip ketidakpastian"-nya yang terkenal itu, yang menyatakan bahwa mustahil bagi kita untuk menentukan posisi dan kecepatan sebuah partikel pada saat yang bersamaan. Semakin teliti kita menentukan posisi sebuah partikel, semakin tidak pasti momentumnya, dan sebaliknya. (Hal ini juga berlaku untuk sifat-sifat berpasangan yang lain.) Kesulitan untuk menetapkan secara pasti posisi dan kecepatan dari sebuah partikel yang bergerak dengan kecepatan 5.000 mil per detik ke berbagai arah yang berbeda pada saat yang bersamaan merupakan hal yang tidak perlu dijelaskan lagi. Walau demikian, deduksi dari sini bahwa kausalitas (sebab-akibat) secara umum tidak ada adalah sebuah proposisi yang sama sekali keliru.
Bagaimana kita menentukan posisi sebuah elektron? Ia bertanya. Dengan melihatnya. Tapi, jika kita menggunakan mikroskop yang kuat, itu artinya kita akan menumburkan elektron itu dengan sebuah partikel cahaya, sebuah foton. Karena cahaya berperilaku sebagai sebuah partikel, ia niscaya akan mengganggu momentum dari partikel yang sedang diamati. Dengan demikian, kita akan mengubah partikel itu persis ketika kita menjalankan pengamatan. Gangguan ini tidak akan dapat diramalkan hasilnya dan tidak akan dapat dikendalikan, karena (setidaknya dari teori kuantum yang ada) tidak ada cara untuk mengetahui dan mengontrol di muka sudut yang akan diambil kuantum cahaya ketika dibiaskan melewati lensa. Karena pengukuran yang akurat akan posisi elektron membutuhkan penggunaan cahaya yang panjang gelombangnya kecil, momentum yang besar tapi tidak teramalkan dan tak terkontrol akan dipindahkan kepada elektron. Di pihak lain, pengukuran yang akurat akan momentum membutuhkan kuanta cahaya yang momentumnya sangat kecil (yaitu panjang gelombang yang besar), yang berarti terjadinya satu pembiasan dengan sudut besar. Semakin akurat posisi diukur, semakin kurang akurat momentumnya terukur, dan sebaliknya.
Jadi, apakah kita akan dapat mengatasi masalah ini jika kita mengembangkan sejenis mikroskop elektron yang baru? Mustahil, menurut teori Heisenberg. Karena semua enerji datang dalam paket-paket (kuanta), dan semua materi memiliki ciri tindakan baik sebagai sebuah gelombang maupun sebagai sebuah partikel, jenis alat apapun yang kita pergunakan akan pula tunduk pada prinsip ketidakpastian ini. Sesungguhnya, penggunaan istilah prinsip ketidakpastian tidaklah tepat, karena apa yang ditegaskan di sini bukanlah bahwa kita tidak dapat mengukur secara akurat, karena persoalan alat ukur. Teori itu mengimplikasikan bahwa semua bentuk materi tidak dapat diukur secara akurat justru karena hakikat materi itu sendiri. Seperti yang dikatakan David Bohm dalam bukunya Causality and Chance in Modern Physics:
"Maka penolakan terhadap kausalitas dalam interpretasi yang umum dari teori kuantum haruslah dianggap bukan sebagai sekedar hasil dari ketidakmampuan kita untuk mengukur nilai persis dari variabel yang akan dimasukkan dalam persamaan hukum kausalitas di tingkat atomik, melainkan, ia harus dianggap sebagai cerminan dari fakta bahwa hukum semacam itu tidak ada sama sekali."
Bukannya melihat hal itu sebagai sebuah aspek khusus dari teori kuantum dalam tingkat perkembangannya yang sekarang, Heisenberg mempostulatkan ketidakpastian sebagai sebuah hukum alam yang mendasar dan universal, dan mengasumsikan bahwa semua hukum alam yang lain harus konsisten dengan hukum ini. Ini merupakan pendekatan yang sangat berbeda dengan pendekatan ilmu pengetahuan di masa lalu ketika ia dihadapkan dengan masalah yang menyangkut fluktuasi tak beraturan dan pergerakan acak. Tidak seorangpun membayangkan bahwa mungkin bagi kita untuk menentukan pergerakan persis dari satu molekul tunggal dalam gas, atau menetapkan di muka seluruh rincian dari sebuah kecelakaan mobil yang mungkin terjadi. Tapi belum pernah terjadi sebelumnya satu upaya yang demikian serius untuk menurunkan dari fakta semacam ini satu ketiadaan hukum kausalitas secara umum.
Tapi, persis kesimpulan inilah yang diajukan dari prinsip ketidakpastian. Para ilmuwan dan filsuf idealis telah maju terlalu jauh dengan mengajukan bahwa kausalitas secara umum tidak ada. Yakni, bahwa bahwa tidak ada itu yang namanya sebab atau akibat. Maka alam raya akan nampak sebagai peristiwa yang seluruhnya tanpa sebab dan acak. Seluruh alam raya ini tidak dapat diramalkan. "Kita tidak dapat memastikan" segala sesuatu. "Melainkan, diasumsikan bahwa dalam percobaan macam apapun, hasil yang persis yang akan dicapai akan seluruhnya acak dalam makna bahwa ia tidak memiliki hubungan apapun dengan segala hal yang lain yang ada di dunia atau yang pernah ada."[ii]
" teori relativitas " in my opinion
Apa itu Waktu?
Sedikit saja ide yang telah merasuki kesadaran manusia sedalam ide tentang waktu. Ide tentang waktu dan ruang telah mengganggu pemikiran manusia selama ribuan tahun. Hal-hal ini sekilas nampak sederhana dan mudah dipahami, karena mereka sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari. Segala hal hadir dalam ruang dan waktu, sehingga mereka nampak sebagai hal-hal yang akrab dengan kita. Walau demikian, apa yang akrab dengan kita tidaklah otomatis dipahami. Dengan penelitian yang lebih dekat, ruang dan waktu bukanlah hal yang mudah dipahami. Di abad ke-5, Santo Agustinus mengatakan: "Lalu, apakah waktu itu? Jika tidak ada yang bertanya, saya tahu apa waktu itu. Jika saya ingin menjelaskannya pada seseorang yang bertanya kepada saya, saya tidak tahu." Kamus juga tidak banyak bermanfaat. Waktu didefinisikan sebagai "satu periode", dan satu periode didefinisikan sebagai "waktu". Kita tidak tambah pintar, bung! Pada kenyataannya, hakikat waktu dan ruang adalah sebuah masalah filsafat yang cukup kompleks.
Manusia jelas membedakan antara yang lalu dan yang akan datang. Satu rasa tentang waktu, walau demikian, tidaklah unik milik manusia atau hewan. Berbagai organisme sering memiliki "jam internal", seperti tumbuhan, yang berputar ke satu sisi di kala siang, dan ke sisi yang lain di kala malam. Waktu adalah satu pernyataan objektif tentang keadaan material yang berubah. Hal ini ditunjukkan bahkan oleh cara kita ketika berbicara tentangnya. Sangat jamak kita bicara tentang waktu yang "mengalir". Pada kenyataannya, hanya materi yang berbentuk cairan yang mengalir. Waktu bukan sekedar hal yang subjektif. Ia adalah cara kita menyatakan satu proses aktual yang hadir dalam dunia fisik. Waktu hanyalah satu pernyataan akan fakta bahwa segala materi hadir dalam sebuah keadaan yang terus berubah. Adalah takdir dan keharusan bagi semua hal yang material untuk berubah menjadi hal yang lain daripada dirinya sendiri. "Segala hal yang ada layak untuk dihancurkan."
Satu rasa tentang irama mendasari segalanya: detak jantung manusia, irama dalam berbicara, pergerakan dari bintang-bintang dan planet-planet, pasang naik dan pasang surut, pergantian musim. Hal-hal ini terukir sangat dalam pada kesadaran manusia, bukan sebagai pencitraan yang acak, tapi sebagai gejala riil yang menyatakan satu kebenaran mendasar tentang alam raya. Di sini intuisi manusia tidaklah keliru. Waktu adalah cara untuk menyatakan perubahan dalam keadaan dan pergerakan yang merupakan ciri tak terpisahkan dari materi dalam segala bentuknya. Dalam tata bahasa, kita memiliki tenses: past tense, future tense dan present tense. Penaklukan kolosal yang dilakukan nalar manusia memungkinkannya untuk membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan waktu, untuk mengatasi situasi kongkrit dan menjadi "hadir" ['present'], bukan hanya di sini dan sekarang, tapi juga di masa lalu dan di masa datang, setidaknya di dalam pikiran.
Waktu dan gerak adalah dua konsep yang tidak terpisahkan. Keduanya hakiki bagi semua kehidupan dan semua pengetahuan di dunia, termasuk tiap perwujudan yang diambil oleh pikiran dan khayalan. Pengukuran, batu penjuru dari semua ilmu pengetahuan, akan mustahil tanpa ruang dan waktu. Musik dan tari didasarkan atas waktu. Seni sendiri mencoba mencapai satu rasa tentang waktu dan gerak, yang hadir bukan hanya diwakilkan oleh enerji fisik tapi juga oleh disainnya. Warna, bentuk dan garis dari sebuah lukisan membimbing mata melintasi permukaan dalam irama dan tempo tertentu. Inilah yang menumbuhkan rasa, ide dan emosi tertentu pada kita setelah kita menikmati karya seni tersebut. Keabadian adalah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan berbagai karya seni, tapi justru sebenarnya menyatakan persis kebalikan dari apa yang dimaksudkan. Kita tidak akan dapat merasakan ketiadaan waktu, karena waktu hadir dalam segala sesuatunya.
Sumber: " reason in revolt "
Sedikit saja ide yang telah merasuki kesadaran manusia sedalam ide tentang waktu. Ide tentang waktu dan ruang telah mengganggu pemikiran manusia selama ribuan tahun. Hal-hal ini sekilas nampak sederhana dan mudah dipahami, karena mereka sangat dekat dengan pengalaman sehari-hari. Segala hal hadir dalam ruang dan waktu, sehingga mereka nampak sebagai hal-hal yang akrab dengan kita. Walau demikian, apa yang akrab dengan kita tidaklah otomatis dipahami. Dengan penelitian yang lebih dekat, ruang dan waktu bukanlah hal yang mudah dipahami. Di abad ke-5, Santo Agustinus mengatakan: "Lalu, apakah waktu itu? Jika tidak ada yang bertanya, saya tahu apa waktu itu. Jika saya ingin menjelaskannya pada seseorang yang bertanya kepada saya, saya tidak tahu." Kamus juga tidak banyak bermanfaat. Waktu didefinisikan sebagai "satu periode", dan satu periode didefinisikan sebagai "waktu". Kita tidak tambah pintar, bung! Pada kenyataannya, hakikat waktu dan ruang adalah sebuah masalah filsafat yang cukup kompleks.
Manusia jelas membedakan antara yang lalu dan yang akan datang. Satu rasa tentang waktu, walau demikian, tidaklah unik milik manusia atau hewan. Berbagai organisme sering memiliki "jam internal", seperti tumbuhan, yang berputar ke satu sisi di kala siang, dan ke sisi yang lain di kala malam. Waktu adalah satu pernyataan objektif tentang keadaan material yang berubah. Hal ini ditunjukkan bahkan oleh cara kita ketika berbicara tentangnya. Sangat jamak kita bicara tentang waktu yang "mengalir". Pada kenyataannya, hanya materi yang berbentuk cairan yang mengalir. Waktu bukan sekedar hal yang subjektif. Ia adalah cara kita menyatakan satu proses aktual yang hadir dalam dunia fisik. Waktu hanyalah satu pernyataan akan fakta bahwa segala materi hadir dalam sebuah keadaan yang terus berubah. Adalah takdir dan keharusan bagi semua hal yang material untuk berubah menjadi hal yang lain daripada dirinya sendiri. "Segala hal yang ada layak untuk dihancurkan."
Satu rasa tentang irama mendasari segalanya: detak jantung manusia, irama dalam berbicara, pergerakan dari bintang-bintang dan planet-planet, pasang naik dan pasang surut, pergantian musim. Hal-hal ini terukir sangat dalam pada kesadaran manusia, bukan sebagai pencitraan yang acak, tapi sebagai gejala riil yang menyatakan satu kebenaran mendasar tentang alam raya. Di sini intuisi manusia tidaklah keliru. Waktu adalah cara untuk menyatakan perubahan dalam keadaan dan pergerakan yang merupakan ciri tak terpisahkan dari materi dalam segala bentuknya. Dalam tata bahasa, kita memiliki tenses: past tense, future tense dan present tense. Penaklukan kolosal yang dilakukan nalar manusia memungkinkannya untuk membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan waktu, untuk mengatasi situasi kongkrit dan menjadi "hadir" ['present'], bukan hanya di sini dan sekarang, tapi juga di masa lalu dan di masa datang, setidaknya di dalam pikiran.
Waktu dan gerak adalah dua konsep yang tidak terpisahkan. Keduanya hakiki bagi semua kehidupan dan semua pengetahuan di dunia, termasuk tiap perwujudan yang diambil oleh pikiran dan khayalan. Pengukuran, batu penjuru dari semua ilmu pengetahuan, akan mustahil tanpa ruang dan waktu. Musik dan tari didasarkan atas waktu. Seni sendiri mencoba mencapai satu rasa tentang waktu dan gerak, yang hadir bukan hanya diwakilkan oleh enerji fisik tapi juga oleh disainnya. Warna, bentuk dan garis dari sebuah lukisan membimbing mata melintasi permukaan dalam irama dan tempo tertentu. Inilah yang menumbuhkan rasa, ide dan emosi tertentu pada kita setelah kita menikmati karya seni tersebut. Keabadian adalah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan berbagai karya seni, tapi justru sebenarnya menyatakan persis kebalikan dari apa yang dimaksudkan. Kita tidak akan dapat merasakan ketiadaan waktu, karena waktu hadir dalam segala sesuatunya.
Sumber: " reason in revolt "
Langganan:
Postingan (Atom)